Panduan

Cara Menghitung Kandungan Gizi & AKG Porsi MBG

PanduanTim Tata Gizi4 menit baca

Setiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak cukup hanya muat di anggaran; ia juga harus benar-benar memenuhi target gizi penerima manfaat. Banyak pengelola SPPG masih menebak apakah menu hari ini cukup bergizi, tanpa angka yang bisa dipertanggungjawabkan saat audit. Panduan ini menjelaskan cara menghitung kandungan gizi dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) per porsi MBG secara benar, mengutip standar resmi yang berlaku, dan menunjukkan bagaimana modul Kalkulator Gizi & AKG di Tata Gizi mengubah gramasi bahan dari HPS menjadi laporan pemenuhan gizi per porsi yang siap ditinjau.

Kenapa pemenuhan gizi MBG harus dihitung

Program MBG tidak berhenti di membagikan makanan. Tujuannya memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian penerima manfaat lewat satu kali makan. Karena itu setiap porsi punya target angka yang harus dicapai. Kalau menu disusun cuma berdasarkan kira-kira kenyang atau yang penting ada protein, SPPG kehilangan dasar yang bisa ditunjukkan saat penilai datang. Menghitung gizi AKG memberi Anda bukti: porsi ini menyumbang energi sekian kkal, protein sekian gram, dan sudah sesuai target untuk kelompok sasarannya.

Acuan dasarnya adalah Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan dalam Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. AKG membagi kebutuhan gizi menurut kelompok umur dan jenis kelamin. Program MBG sendiri berpijak pada Perpres No. 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, dan teknis pelaksanaannya dirinci dalam Petunjuk Teknis Tata Kelola MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Semangkuk makanan bergizi seimbang untuk porsi MBG

Setiap porsi dirancang memenuhi sekitar 30% AKG sesuai kelompok usia.

Standar AKG MBG: berapa persen yang harus dipenuhi satu porsi

Ini yang sering keliru dipahami. Satu porsi MBG tidak perlu memenuhi 100% kebutuhan harian. Ia hanya menyumbang sebagian, sesuai waktu makannya:

  • Makan pagi menyumbang sekitar 20-25% AKG harian.
  • Makan siang menyumbang sekitar 30-35% AKG harian.

Karena sebagian besar layanan MBG di sekolah berbentuk makan siang, patokan praktis yang dipakai adalah 30% AKG harian untuk satu porsi makan siang. Angka ini mengacu pada AKG 7 kelompok sasaran sesuai Permenkes 28/2019. Artinya target porsi anak SD berbeda dengan siswa SMA, ibu hamil, atau ibu menyusui.

Sebagai gambaran rentang energi resmi untuk satu kali makan siang menurut pedoman BGN:

Kelompok sasaranEnergi per porsi makan siang
SD kelas 4-6± 585-683 kkal
SMP± 668-779 kkal
SMA± 713-831 kkal

Rentangnya wajar berbeda karena kebutuhan energi naik seiring umur. Jangan paksakan satu angka tunggal untuk semua jenjang. Di luar angka resmi di atas, nilai gizi tiap bahan sebaiknya dihitung dari tabel komposisi pangan, bukan dikira-kira.

Komposisi makro yang seimbang

Memenuhi total energi saja belum cukup; proporsinya juga harus benar. Pedoman gizi seimbang menetapkan komposisi makronutrien dari total energi sebagai berikut:

  • Protein: 10-15% dari energi
  • Lemak: 20-30% dari energi
  • Karbohidrat: 55-65% dari energi

Selain itu ada batas konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang penting diperhatikan. Ringkasan resmi menyebut batas gula sekitar 50 g, garam sekitar 5 g (setara 2.000 mg natrium), dan lemak sekitar 67 g. Catatan penting: angka GGL ini batas harian, bukan batas per porsi. Satu porsi MBG hanya menyumbang sebagian, jadi pakai angka ini sebagai rambu supaya menu tidak terlalu manis, asin, atau berminyak, bukan sebagai target yang harus dipenuhi sekali makan.

Cara menghitung manual (dan kenapa melelahkan)

Pada prinsipnya, menghitung gizi per porsi berarti: ambil gramasi tiap bahan dalam porsi, kalikan dengan kandungan gizi bahan itu per 100 gram dari tabel komposisi pangan, jumlahkan seluruh bahan, lalu bandingkan totalnya dengan 30% AKG kelompok sasaran. Diulang untuk energi, protein, lemak, karbohidrat, dan mikronutrien, setiap hari, untuk porsi kecil dan porsi besar.

Dikerjakan dengan tangan di spreadsheet, ini rawan salah ketik gramasi, salah tarik angka tabel, dan susah dijaga konsisten selama berbulan-bulan. Di titik inilah otomatisasi menghemat waktu sekaligus menutup celah salah hitung.

Menghitung gizi AKG MBG dengan Kalkulator Gizi Tata Gizi

Modul Kalkulator Gizi & AKG di Tata Gizi dibuat khusus untuk alur ini dan tersambung langsung ke data yang sudah Anda input:

  • Gramasi otomatis dari HPS. Bahan dan gramasi yang sudah Anda susun di Kalkulator HPS langsung dipakai sebagai dasar hitungan gizi, jadi tidak perlu mengetik ulang. Bila perlu, gramasi bisa di-override untuk skenario tertentu.
  • Kandungan gizi per porsi, kecil dan besar. Kalkulator menghitung energi dan zat gizi untuk porsi kecil dan porsi besar secara terpisah, sesuai kelompok sasaran masing-masing.
  • Dibandingkan target AKG MBG. Hasil per porsi otomatis diadu dengan target 30% AKG harian untuk makan siang, jadi Anda langsung tahu apakah porsi sudah pada jalurnya.
  • Indikator terpenuhi, hampir, atau kurang. Tiap zat gizi diberi penanda status yang mudah dibaca, lengkap dengan peringatan bila kalori porsi masih kurang dari ambang.
  • Rekap grafik. Tren pemenuhan gizi ditampilkan dalam grafik supaya Anda bisa memantau konsistensi menu dari waktu ke waktu, bukan menilai per hari saja.

Karena gramasi, harga (dari HPS), dan gizi berasal dari satu sumber data yang sama, angka yang muncul saat menyusun menu sama dengan angka yang Anda tunjukkan saat ditinjau. Tidak ada lagi dua versi perhitungan yang saling bertentangan.

Posisi Tata Gizi terhadap standar resmi

Perlu ditegaskan: Tata Gizi adalah platform independen. Modul Gizi & AKG membantu Anda menyusun dan memeriksa porsi mengikuti format dan standar resmi seperti Permenkes 28/2019 serta pedoman BGN, sebagai konteks acuan. Tata Gizi bukan produk, mitra, atau aplikasi yang tersertifikasi oleh BGN maupun pemerintah. Angka rujukan disajikan sebagai standar dan rentang resmi; keputusan akhir atas menu tetap di tangan ahli gizi dan pengelola SPPG.

Mulai hitung gizi porsi Anda

Kalau selama ini pemenuhan gizi MBG di SPPG Anda masih ditebak, sekarang ada cara yang terukur dan bisa ditinjau. Hubungkan gramasi dari HPS, lihat pemenuhan AKG per porsi kecil dan besar, dan dapatkan rekap grafiknya dalam satu modul.

Coba Kalkulator Gizi & AKG Tata Gizi, daftar dan mulai uji coba di /daftar lalu susun menu yang benar-benar bergizi sekaligus siap audit.

Artikel Terkait