Langsung ke konten utama
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji
FiturLabel OmprengCara kerjaArtikelBantuan
MasukCoba Gratis
Coba Gratis
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji

Aplikasi web untuk membantu operasional internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari Master Data, menu, HPS, gizi, alergi, dan stok hingga dokumen, BAST, dan pemeriksaan keuangan.

tatagiziapp@gmail.com

Akun resmi

InstagramTikTokWhatsApp

Produk

Semua fiturKalkulator HPSGizi, AKG & AlergiStok & Sisa MakananDokumen & BASTAI tatagizi.idHarga

Sumber daya

Pusat BantuanArtikel SPPG & MBGProgram Referral

Perusahaan

Tentang tatagizi.idHubungan dengan BGN & SIPGNKebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan

tatagizi.id adalah aplikasi web independen untuk membantu operasional internal SPPG. tatagizi.id bukan aplikasi resmi atau mitra Badan Gizi Nasional dan tidak menggantikan SIPGN maupun kanal pelaporan resmi lainnya.

© 2026 tatagizi.id. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Kebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan
Kembali ke atas
Langsung ke konten utama
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji
FiturLabel OmprengCara kerjaArtikelBantuan
MasukCoba Gratis
Coba Gratis
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji

Aplikasi web untuk membantu operasional internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari Master Data, menu, HPS, gizi, alergi, dan stok hingga dokumen, BAST, dan pemeriksaan keuangan.

tatagiziapp@gmail.com

Akun resmi

InstagramTikTokWhatsApp

Produk

Semua fiturKalkulator HPSGizi, AKG & AlergiStok & Sisa MakananDokumen & BASTAI tatagizi.idHarga

Sumber daya

Pusat BantuanArtikel SPPG & MBGProgram Referral

Perusahaan

Tentang tatagizi.idHubungan dengan BGN & SIPGNKebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan

tatagizi.id adalah aplikasi web independen untuk membantu operasional internal SPPG. tatagizi.id bukan aplikasi resmi atau mitra Badan Gizi Nasional dan tidak menggantikan SIPGN maupun kanal pelaporan resmi lainnya.

© 2026 tatagizi.id. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Kebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan
Kembali ke atas
Langsung ke konten utama
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji
FiturLabel OmprengCara kerjaArtikelBantuan
MasukCoba Gratis
Coba Gratis
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Desain Label Ompreng Gratis: Potret, Sesuai SE, dan Thermal
Produk

Desain Label Ompreng Gratis: Potret, Sesuai SE, dan Thermal

Redaksi tatagizi.id22 Agustus 2026 WIB14 menit baca
BagikanWhatsAppTelegram
Desain Label Ompreng Gratis: Potret, Sesuai SE, dan Thermal

Desain label ompreng di tatagizi.id dapat dipakai gratis, dan pilihannya dikelompokkan per sistem stiker: potret satu stiker per ompreng, mendatar sepasang stiker sesuai Surat Edaran Kepala BGN Nomor 21 Tahun 2026, dan Thermal untuk printer label thermal. Setiap desain memuat jam batas santap dan larangan membawa pulang. Isi datanya sekali, pilih desainnya, lalu unduh sebagai PDF A4 siap gunting atau PDF rol, tanpa pendaftaran dan tanpa pemasangan aplikasi.

Pembuat label ompreng gratis, tanpa daftar

Alat pembuat label ompreng di tatagizi.id terbuka untuk siapa saja di /alat/label-ompreng. Tidak ada pendaftaran, tidak ada masa coba, dan tidak ada aplikasi yang perlu dipasang. Halamannya berisi isian data, pratinjau stiker yang berubah saat diketik, dan tombol unduh.

Yang didapatRinciannya
Sistem stikerPotret, Sesuai SE 21/2026, dan Thermal. QR khusus pengguna berakun
Desain stikerDipilih per sistem, termasuk tiruan contoh label Lampiran SE
Ukuran stikerPreset per sistem. Thermal memakai satu rol label 7 x 5 cm
Format unduhanPDF lembar A4, PDF seukuran stiker, PNG, JPG, dan PDF rol untuk Thermal
Mode warnaBerwarna atau hitam-putih. Thermal selalu hitam-putih
Batas sekali unduh50 lembar A4 tanpa akun. Di Thermal, 12 stiker dihitung 1 lembar
BiayaNol. Isiannya juga tidak disimpan di server mana pun

Karena isiannya tidak disimpan, menutup halaman berarti mengetik ulang keesokan harinya. Itu memang batas alat publik, dan bagian bawah artikel ini menjelaskan kapan hal tersebut mulai terasa merepotkan.

Pilihan sistem stiker dan perbedaannya

Sejak Surat Edaran Kepala BGN Nomor 21 Tahun 2026 terbit pada 2 September 2026, label ompreng memiliki acuan bentuk. Surat itu meminta label ditempel pada sisi yang menghubungkan tutup dan badan wadah, sekurang-kurangnya dua sisi, sehingga sekaligus berfungsi sebagai segel integritas.

SistemStiker per omprengUkuran acuannyaCocok untuk
Sesuai SE 21/20262, kiri dan kanan7,0 x 5,0 cmMemenuhi bentuk yang diminta surat edaran
Potret15,1 x 6,8 cmCara lama, tetap tersedia
Thermal1 tegak atau 2 memanjangRol 7,0 x 5,0 cmDapur yang memakai printer label thermal
QR15,1 x 6,8 cmMenu dan gizi dibaca lewat pindaian. Khusus pengguna berakun

QR bukan keluarga desain tersendiri. Ia memakai desain potret, lalu memindahkan menu dan angka gizi ke halaman yang terbuka saat kodenya dipindai, dan halaman itu menampilkan menu pada hari kode dipindai. Alergen, jam batas santap, dan larangan membawa pulang tetap tercetak di stiker, karena yang memegang ompreng belum tentu membawa ponsel. Di alat gratis, pilihan QR terlihat tetapi terkunci, sebab halaman pindaiannya membaca menu yang tersimpan di akun.

Langkah demi langkahnya, termasuk hitungan kertas sistem Sesuai SE dan potret, ada di panduan membuat label ompreng sesuai SE 21/2026.

Desain sistem potret

Desain hanya mengubah rupa dan hierarki, bukan isi. Blok datanya dikunci sama di semua pilihan: nama dapur SPPG, tanggal, kategori penerima, menu, lima angka gizi, alergen, jam matang, jam batas santap, catatan, dan kalimat larangan membawa pulang. Satu desain sengaja berbeda. SE No. 21/2026 di urutan pertama meniru contoh label Lampiran SE 21/2026 yang dipadatkan jadi satu stiker, sehingga isinya hanya nama dan alamat SPPG, jam batas santap, serta dua aturan dari lampiran: segera dikonsumsi setelah diterima dan tidak boleh dibawa pulang. Menu, gizi, dan alergen tidak ada di sana.

Galeri tiga belas desain potret label ompreng MBG: SE No. 21/2026 tampil besar di atas, lalu karcis, ceria, pas naik, poster, komik, papan tulis, karnaval, kotak bento, rambu, kereta, roket, dan berkas misi

DesainCiri khasnya
SE No. 21/2026Tiruan contoh Lampiran SE, dipadatkan jadi satu stiker
KarcisStub sobekan berisi tanggal di sisi kiri
CeriaRamah anak, langit biru, chip menu berwarna
Pas NaikGaya tiket pesawat, dari jam matang ke jam batas santap
PosterHitam-putih tegas, jam batas jadi angka raksasa
KomikPanel bergaris tebal, jam batas di balon kata biru
Papan TulisPapan hijau berbingkai kayu, tulisan kapur
KarnavalTenda merah-putih, angka gizi jadi balon
Kotak BentoMenu dipetak seperti kotak bekal, satu petak satu lauk
RambuPita warna per blok data dengan piktogram besar
KeretaLokomotif dan gerbong, gizi di papan jadwal stasiun
RoketLangit malam, jam batas jadi hitung mundur
Berkas MisiKartu misi bercap, tiap komponen menu bernomor

Desain bertema anak berguna di jenjang PAUD sampai SD kelas bawah: stikernya ikut dibaca penerima manfaat, bukan hanya petugas dapur. Untuk boks distribusi dan berkas dokumentasi, Poster dan Rambu lebih cepat dipindai mata dari jarak jauh.

Semua desainnya asli. Tidak ada karakter, nama, logo, atau siluet dari waralaba film maupun kartun mana pun, karena stiker ini dicetak massal untuk anak sekolah dan risiko lisensinya nyata.

Desain sistem mendatar Sesuai SE

Sistem mendatar memecah isi yang sama ke sepasang stiker: sisi kiri memuat identitas dan jam batas santap, sisi kanan memuat menu, gizi, alergen, catatan, dan larangan membawa pulang.

Galeri empat belas desain mendatar label ompreng MBG, masing-masing sepasang stiker kiri dan kanan, dengan SE No. 21/2026 dan Aksen Logo BGN di baris teratas

Urutan pertama, SE No. 21/2026, adalah tiruan utuh contoh label Lampiran surat edarannya. Sisi kiri memuat kop, nama dan alamat SPPG, serta jam batas santap. Sisi kanan memuat dua aturan dari lampiran dan Kotak Pengaduan berisi kontak resmi BGN. Sama seperti lampirannya, desain ini tidak mencetak menu, gizi, maupun alergen. Bila isi itu Anda perlukan, Aksen Logo BGN di urutan kedua memuat blok data lengkap dengan warna biru tua dan emas dari logo BGN. Sisanya versi mendatar dari desain potret di atas, dengan nama yang sama persis, sehingga dapur yang sudah terbiasa dengan satu rupa tidak perlu memilih ulang dari nol.

Desain Thermal untuk printer label thermal

Sistem Thermal ditujukan bagi dapur yang mencetak dengan printer label thermal, bukan printer biasa. Kertasnya satu rol label 7 x 5 cm, dan setiap konsep desainnya hadir dalam dua bentuk: tegak, satu stiker per ompreng yang dicetak dalam posisi diputar di rol yang sama, dan memanjang, sepasang stiker per ompreng seperti sistem Sesuai SE.

Galeri desain Thermal label ompreng MBG: SE No. 21/2026, Struk, Resi, dan Panel Gizi, masing-masing dalam bentuk tegak dan memanjang, hitam-putih untuk printer label thermal

Printer thermal hanya mencetak titik hitam di atas kertas putih, jadi desainnya murni hitam-putih tanpa gradasi, dan ukuran hurufnya dijaga agar tidak pecah. Karena itu pilihan warna dan huruf dikunci di sistem ini. Isinya tetap selengkap sistem lain: jam matang, jam batas santap, menu, gizi, alergen, dan larangan membawa pulang. Desain SE No. 21/2026 versi Thermal pun sama dengan saudaranya di sistem lain, hanya memuat isi lampiran.

Unduhannya berupa PDF rol dengan satu stiker per halaman, atau langsung dicetak dari peramban; lembar A4 tidak ditawarkan. Printernya harus printer label dengan lebar kertas 80 mm atau 4 inci, karena printer struk 58 mm tidak cukup lebar. Kertas thermal juga menghitam bila terkena panas, jadi tempelkan stikernya sesudah uap makanan turun.

Ukuran stiker, dari ompreng sampai boks distribusi

Ukuran dipilih terpisah dari desain, dan tangganya mengikuti sistem yang Anda pilih.

Enam ukuran stiker potret label ompreng digambar seukuran aslinya berdampingan, dari 5,1 x 6,8 cm sampai 19,2 x 25,6 cm

Sistem potret, enam preset, angkanya stiker per lembar A4:

Ukuran stikerPer lembar A4Biasanya untuk
5,1 x 6,8 cm12Ompreng per porsi. Ukuran bawaan
6,3 x 8,4 cm9Ompreng, bila tulisannya ingin lebih terbaca
6,9 x 9,2 cm6Ompreng besar atau kotak makan
9,6 x 12,8 cm4Boks pengangkut ompreng
13,8 x 18,4 cm2Boks besar. Lembarnya dicetak mendatar
19,2 x 25,6 cm1Meja distribusi dan papan informasi

Sistem Sesuai SE, empat preset, angkanya ompreng per lembar A4 karena satu ompreng memakai sepasang stiker:

Ukuran satu stikerOmpreng per lembar A4Catatan
7,0 x 5,0 cm5Ukuran Lampiran SE 21/2026
9,1 x 6,5 cm4Lebih terbaca dari jauh
13,3 x 9,5 cm2Kertas A4 mendatar
18,9 x 13,5 cm1Boks besar dan meja distribusi

Sistem Thermal tidak memiliki tangga ukuran: kedua bentuknya memakai satu rol label 7 x 5 cm.

Unduhan PDF A4 menyusun stikernya di kertas HVS biasa lengkap dengan garis potong, sehingga printer stiker tidak wajib. Bila memakai lembar stiker A4 yang sudah dipotong pabrik, cocokkan lebih dulu pilihan ukurannya dengan lembar yang dibeli.

Porsi kecil dan porsi besar, angka gizinya ikut berbeda

Program MBG membedakan porsi kecil untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 sampai 3, dari porsi besar untuk SD kelas 4 ke atas sampai SMA. Alat ini memperlakukan keduanya sebagai dua set angka terpisah, bukan satu angka yang dipakai ulang.

Dua stiker label ompreng berdampingan, porsi kecil dan porsi besar, dengan tabel perbandingan lima angka gizinya

Satu unduhan boleh memuat semua kategori sekaligus. Bila jumlah labelnya sudah diisi tetapi angka gizi porsi yang dipakainya masih kosong, alatnya menahan unduhan dan menyebut porsi mana yang gizinya belum lengkap. Keadaan setengah terisi itulah yang dahulu membuat stiker mencetak angka porsi besar pada ompreng anak TK.

Lima angka gizi per porsi

Blok gizinya memuat energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Angkanya ditulis apa adanya per porsi, tanpa persen AKG, dan boleh berkoma.

Sorotan baris gizi pada desain Kotak Bento, memuat energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat

Persen sengaja tidak dicetak. Persen AKG pada satu kali makan dihitung terhadap target sekali makan, dan orang tua yang membacanya di ompreng wajar mengira itu porsi kebutuhan sehari penuh. Angka mentah tidak menimbulkan salah tafsir seperti itu.

Label keselamatan tetap boleh terbit walau panel gizinya dikosongkan seluruhnya. Jam matang dan batas santap jauh lebih mendesak daripada angka gizi, jadi blok gizi yang belum siap tidak pernah menahan stiker terbit.

Jumlah label per kategori penerima, semuanya dalam satu berkas

Daftar cetak berisi lima kotak, satu untuk tiap kategori penerima: porsi kecil, porsi besar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tulis 0 untuk kategori yang tidak dicetak hari itu. Stikernya menyebut kategorinya, misalnya PORSI KECIL atau BALITA, bukan nama sekolah atau nama penerima. Angka gizinya ikut porsi kategori itu: balita memakai angka porsi kecil, sedangkan ibu hamil dan ibu menyusui memakai angka porsi besar. Desain SE No. 21/2026 tidak mencetak kategori karena lampirannya pun tidak memuatnya, tetapi jumlah stikernya tetap dihitung dari kelima kotak itu.

Semua kategori diunduh dalam satu berkas, dan stikernya mengalir berurutan sehingga lembar perbatasan boleh berisi stiker dua kategori sekaligus. Itu sebabnya 130 stiker porsi kecil dan 110 stiker porsi besar pada ukuran bawaan potret menghabiskan 20 lembar, bukan 21. Bila berkasnya ingin dipisahkan, setiap kategori juga dapat diunduh sendiri.

Yang diwajibkan sudah ikut tercetak

Kebijakan Badan Gizi Nasional yang diumumkan 10 Agustus 2026 mewajibkan tiga hal pada setiap ompreng MBG: jam matang, batas santap paling lama empat jam setelahnya, dan keterangan bahwa makanan dihabiskan di tempat. Ketiganya tercetak dan tidak dapat dimatikan. Pada desain SE No. 21/2026, jam matang memang tidak ditulis tersendiri karena lampirannya tidak memuatnya, tetapi jam batas santap di stiker itu tetap dihitung dari jam matang yang Anda isi.

Tiga stiker label ompreng dengan penanda bernomor pada jam matang, batas konsumsi, dan larangan membawa pulang

Sejak Surat Edaran Kepala BGN Nomor 21 Tahun 2026 terbit, bentuk labelnya pun memiliki acuan: letaknya pada sisi yang menghubungkan tutup dan badan wadah, sekurang-kurangnya dua sisi, dengan bentuk dan ukuran yang diatur di Lampirannya. Batas empat jam sendiri tidak berasal dari surat edaran itu; ia arahan yang terpisah, dan surat edarannya justru menyerahkan penetapan batas waktu konsumsi kepada ketentuan lain. tatagizi.id sendiri adalah aplikasi web independen, bukan aplikasi resmi maupun mitra BGN.

Isi labelStatusnya
Jam matangWajib menurut kebijakan BGN
Batas santap 4 jam setelah matangWajib menurut kebijakan BGN
Keterangan tidak boleh dibawa pulangWajib, bunyinya dikutip dari SE 21/2026
Label di sekurang-kurangnya dua sisiDiminta SE 21/2026
Nama dapur SPPG, tanggal, kategori, menuPraktik baik, memudahkan penelusuran
Daftar alergenPraktik baik, belum ada dasar hukum khusus
Angka gizi per porsiPraktik baik, belum ada dasar hukum khusus

Latar belakang aturan empat jamnya dibahas terpisah di panduan label ompreng MBG.

Cara membuatnya, enam langkah

  1. Buka /alat/label-ompreng. Tidak perlu masuk atau mendaftar.
  2. Isi nama dapur SPPG, tanggal masak, dan logo bila tersedia. Nama yang panjang menyesuaikan ukuran hurufnya sendiri sampai dua baris, sehingga tidak terpotong titik-titik.
  3. Isi jam matang. Jam batas santap dihitung dari situ, bawaannya empat jam.
  4. Tulis menunya, lalu isi energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat untuk porsi kecil dan porsi besar.
  5. Isi jumlah label untuk tiap kategori penerima: porsi kecil, porsi besar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tulis 0 untuk kategori yang tidak dicetak.
  6. Pilih sistem stiker, desain, ukuran, dan mode warna, lalu unduh PDF A4, PDF seukuran stiker, PNG, atau JPG. Sistem Thermal mengunduh PDF rol.

Sistem dan desain sama-sama lahir kosong, jadi keduanya wajib dipilih sebelum tombol unduh hidup. Alatnya tidak memblokir durasi di atas empat jam; ia menampilkan peringatan di layar, dan yang memutuskan jam batas tetap tim dapur.

Batas yang perlu diketahui

Alat gratisnya sengaja dibuat sederhana, dan ada tiga hal yang jujur perlu disebut sebelum dipakai setiap hari.

Isiannya tidak disimpan. Nama dapur, menu, dan angka gizi tidak pernah ditulis ke basis data, sehingga semuanya diketik ulang setiap kali halaman dibuka.

Sekali unduh dibatasi 50 lembar A4 tanpa akun. Dapur besar perlu mengunduh beberapa kali dengan jumlah yang lebih kecil, atau mengunduh tiap kategori secara terpisah.

Angka gizinya diketik manual. Alat publik tidak mengetahui menu hari itu, sehingga lima angka gizi per porsi dihitung sendiri di luar alat.

Ketiganya hilang di modul Label Ompreng di dalam aplikasi: nama SPPG, menu, angka gizi, dan alergen terisi dari data yang sudah tersimpan, jumlah label tiap kategori terisi dari Master Data dan tetap boleh diubah, dan sistem QR ikut terbuka. Selama akun masih dalam masa coba atau berlangganan, batas unduhnya juga naik jauh ke 3.000 lembar sekali jalan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pembuat label ompreng ini benar-benar gratis? Ya. Halaman /alat/label-ompreng terbuka tanpa akun, tanpa masa coba, dan tanpa batas jumlah unduhan per hari. Yang dibatasi hanya besaran sekali unduh, yaitu 50 lembar A4.

Desain label ompreng apa saja yang dapat dipilih? Desainnya dikelompokkan per sistem stiker, dan tiap sistem dibuka dengan SE No. 21/2026, tiruan contoh label Lampiran SE 21/2026. Sesudah itu, sistem potret memuat Karcis, Ceria, Pas Naik, Poster, Komik, Papan Tulis, Karnaval, Kotak Bento, Rambu, Kereta, Roket, dan Berkas Misi. Sistem mendatar memuat Aksen Logo BGN, ditambah versi mendatar dari desain potret tadi. Sistem Thermal memuat Struk, Resi, dan Panel Gizi, masing-masing dalam bentuk tegak dan memanjang. Daftar terbarunya selalu tampil di kartu Tampilan stiker pada alat label ompreng.

Ukuran label ompreng yang benar berapa? Lampiran Surat Edaran Kepala BGN Nomor 21 Tahun 2026 mewajibkan 7,0 x 5,0 cm untuk satu stiker, dan karena satu ompreng memakai sepasang, lebar sepasangnya 14,0 x 5,0 cm. Sistem potret memakai ukuran bawaan 5,1 x 6,8 cm yang muat 12 per lembar A4, sedangkan sistem Thermal memakai rol label 7 x 5 cm untuk kedua bentuknya.

Apakah alat ini dapat dipakai untuk posyandu, bukan hanya sekolah? Dapat. Selain porsi kecil dan porsi besar, daftar cetaknya memuat tiga kategori posyandu: balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Balita memakai angka gizi porsi kecil, ibu hamil dan ibu menyusui memakai angka porsi besar. Yang tercetak adalah kategorinya, bukan nama sekolah atau posyandu, jadi pemilahan ompreng per tempat tetap dilakukan di dapur saat pemorsian.

Perlu printer stiker khusus? Tidak. Unduhan PDF A4 menyusun stikernya di kertas biasa lengkap dengan garis potong. Printer stiker berguna bila Anda memakai lembar stiker A4 yang sudah dipotong pabrik. Bila dapur sudah memiliki printer label thermal, pilih sistem Thermal yang mencetak langsung ke rol label.

Boleh mengubah warna atau menambahkan logo dapur? Logo SPPG dapat diunggah dan tercetak di kepala stiker. Mode warna dapat diubah ke hitam-putih untuk printer laser, sedangkan sistem Thermal selalu hitam-putih. Warna dasar setiap desain sengaja dikunci supaya hierarki bacanya tidak rusak.

Apa bedanya dengan membuat sendiri di Word atau Canva? Tiga hal yang harus dikerjakan manual di sana sudah otomatis di sini: jam batas dihitung dari jam matang, stikernya disusun rapi per lembar A4 lengkap dengan garis potong, dan kewajiban isi label tidak mungkin terlupa dicantumkan.

Data yang saya ketik disimpan atau dikirim ke mana? Tidak disimpan. Isian Anda tidak pernah ditulis ke basis data mana pun dan hilang begitu halaman ditutup. Yang tercatat hanya hitungan kunjungan tanpa identitas, seperti pada halaman publik lain.

Ringkasnya

Alat ini menyediakan desain potret, mendatar Sesuai SE 21/2026, dan Thermal untuk printer label, dengan ukuran yang mengikuti sistemnya, serta lima kategori penerima dengan jumlah labelnya masing-masing. Angka gizinya mengikuti porsi kecil atau porsi besar. Jam batas santap dan larangan membawa pulang tercetak di setiap desain dan tidak dapat dimatikan.

Cara tercepat menilainya adalah membuka alat label ompreng gratis lalu mencetak satu lembar percobaan. Bila yang Anda cari langkah demi langkahnya, bacalah panduan membuat label ompreng sesuai SE 21/2026.

Punya pertanyaan tentang tatagizi.id?

Tanyakan fitur, langganan, atau cara memakai aplikasi langsung kepada tim tatagizi.id lewat WhatsApp di nomor 0815-1155-6718.

Tanya via WhatsAppKabar terbaru diInstagramTikTok

Nomor ini dikelola tatagizi.id, bukan layanan pengaduan Badan Gizi Nasional.

Baca Juga

  • Panduan6 Sep 2026

    Cara Membuat Label Ompreng MBG Sesuai SE 21/2026 dalam 5 Menit

    10 mnt baca

  • Panduan15 Agu 2026

    Label Ompreng MBG: Aturan 4 Jam dan Cara Mencetaknya

    13 mnt baca

  • Panduan28 Jun 2026

    Cara Menghitung Kandungan Gizi & AKG Porsi MBG

    4 mnt baca

  • Dasar28 Jun 2026

    Apa Itu SPPG dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?

    2 mnt baca

Coba alur kerjanya

Rapikan operasional SPPG sejak pekerjaan dimulai.

Coba alur dari Master Data sampai dokumen tanpa biaya, lalu nilai sendiri apakah cocok untuk SPPG Anda.

Coba GratisLihat harga
tatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersajitatagizi.id · Cerdas Kelola, Sehat Tersaji

Aplikasi web untuk membantu operasional internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari Master Data, menu, HPS, gizi, alergi, dan stok hingga dokumen, BAST, dan pemeriksaan keuangan.

tatagiziapp@gmail.com

Akun resmi

InstagramTikTokWhatsApp

Produk

Semua fiturKalkulator HPSGizi, AKG & AlergiStok & Sisa MakananDokumen & BASTAI tatagizi.idHarga

Sumber daya

Pusat BantuanArtikel SPPG & MBGProgram Referral

Perusahaan

Tentang tatagizi.idHubungan dengan BGN & SIPGNKebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan

tatagizi.id adalah aplikasi web independen untuk membantu operasional internal SPPG. tatagizi.id bukan aplikasi resmi atau mitra Badan Gizi Nasional dan tidak menggantikan SIPGN maupun kanal pelaporan resmi lainnya.

© 2026 tatagizi.id. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Kebijakan PrivasiSyarat & Ketentuan
Kembali ke atas